Dalam tulisan ini saya berbagi dan bercerita, mencairkan perasaan yang telah dingin, mengeras, dan membeku.
Dari yang lalu saya belajar ikhlas melepaskan dan sekarang saya harus belajar ikhlas menerima. Lelah rasanya belajar tapi menguras kesabaran, ketauan belajar ilmu statistika jelas ada hasilnya ((jadi inget dosenya,heheee)). Akan tetapi kembali lagi bahwa ini adalah proses, jika waktu sudah di letakkan di hati itu namanya sabar dan bukankah kesabaran, keikhlasan itu satu-satunya ketulusan yang luar biasa.
Saya ingin belajar dan terus belajar, bertoleransi mengerti dan memahami kemungkinan yang akan terjadi.
So, ajari saya semua itu, saya ingin mencoba menerima apa yang menjadi ketetapanNya. Belajar membuka hati untuk semua hal yang positif, memperluas pemikiran, berimajinasi dan tentunya mencintai. Cinta dengan rasa ikhlas berniat karenaNya, bersemi karena damaiNya. Saya ingin belajar itu karena saya tahu ketakutan itu hanya membelenggu.
Anitakurniati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar